Kehidupan memang sering berjalan tidak sesuai yang kita inginkan. Kita maunya begini, yang terjadi malah begitu. Kita pengennya berjalan ke sana, yang ada kehidupan malah membawa ke arah yang sebaliknya.

Saya pernah mengalami beberapa kejadian yang kurang menyenangkan di dalam hidup. Kehilangan dompet ketika perjalanan dari Jogja, terkena bogem mentah saat masih SMA, ditinggalkan seseoarang yang saya sayangi saat sedang mengerjakan skripsi. Dan masih banyak lagi. Tapi itu tak mengurangi keyakinan saya bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki sisi baik di dalam dirinya. Hanya porsinya saja yang berbeda-beda.

Kemaren malam ketika sedang dalam perjalanan pulang ke kos dari rumah seorang teman di Mojosongo, ada sebuah kejadian yang membuat saya semakin yakin bahwa ada banyak sekali orang baik di sekitar kita. Ceritanya begini. Saya boncengan naik motor dengan salah seorang teman. Sebelum ke kos, dia mengajak mampir ke ATM Mandiri Purwantomo untuk transfer uang.

Ketika hendak melanjutkan perjalanan ke kos, tiba-tiba ban belakang motor yang kami kendarai bocor. Padahal tadi sepertinya baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda bahwa ban sedang dalam keadaan kempes. Teman saya langsung berinisiatif untuk memeriksa, jangan-jangan ada paku yang menancap?.

Kebetulan di sekitar TKP ada beberapa bapak tukang becak yang sedang ngobrol. Refleks, saya langsung bertanya kepada bapak-bapak itu.

nuwun sewu pak badhe perso. Tambal ban cerak mriki pundi, nggih?“. Permisi pak mau tanya. Tambal ban dekat sini mana, ya?.

Purwosari mas, ngarep stasuin. 24 jam“. Purwosari mas, depan stasiun. 24 jam.

Jarak dari Bank Mandiri Purwantomo sampai Purwosari kira-kira 1 km. Lumayan jauh kalau kita harus berjalan sambil menuntun kendaraan. Tapi itulah satu-satunya pilihan yang ada. Dan memang itu pulalah yang saya dan teman lakukan. Saat hendak mulai berjalan, tiba-tiba salah satu bapak tukang becak tadi menghampiri saya sambil membawa sebuah pompa.

dikompo riyin mawon mas. mangke saget ditumpake dugi Purworsari” dipompa aja dulu mas. nanti bisa dinaikin sampai Purwosari.

Tanpa banyak bicara lagi si bapak langsung mencari penutup pentil di ban sepeda motor dan langsung mengisi angin supaya saya bisa menaikinya sampai ke lokasi tukang tambal ban sehingga saya dan teman tak perlu capek-capek jalan sambil menuntun sepeda motor.

Setelah si bapak selesai mengisi angin, saya langsung menaiki sepeda motor keburu anginnya kembali habis. Tentu saja dengan mengucapkan terima kasih terlebih dahulu. Sedangkan teman saya menghubungi teman lain yang berada di sekitar Purwantomo, minta tolong untuk dijemput.

Apa yang dilakukan oleh si bapak tadi memang kelihatannya sepele. Hanya mengisi angin ke sebuah ban yang sedang bocor. Tapi itu sangat berarti bagi saya yang kebetulan memang sudah dalam kondisi yang cukup lelah. Bantuan dari bapak membuat saya tak perlu merasa lebih lelah lagi dengan menuntun sepeda motor sejauh 1 km.

Pengalaman dan kebaikan yang diberikan oleh si bapak membuat saya semakin yakin bahwa memang ada banyak sekali orang baik di sekitar kita. Hanya saja kita mungkin tidak menyadarinya.